Ketua DPRD Kukar Ingatkan Seleksi Direktur PT KSDE Harus Profesional

img

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa proses seleksi Direktur PT. KSDE, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang migas, harus dilakukan secara transparan dan profesional. Ia mengingatkan agar jabatan strategis itu tidak diisi oleh orang-orang yang hanya berlatar belakang “tim sukses” politik.

Menurut Ahmad Yani, sektor migas adalah bisnis yang penuh risiko dengan nilai investasi yang sangat besar. Karena itu, hanya orang dengan keahlian, pengalaman, dan integritas tinggi yang layak dipercaya mengelolanya.

“Bukan tim sukses yang jadi direktur, tapi orang yang benar-benar profesional. Migas ini bisnis besar, butuh ahli migas di dalamnya. Tidak boleh orang sembarangan apalagi yang tidak punya pengalaman,” tegas Ahmad Yani, Rabu (10/9/2025).

Ia menegaskan perlunya mekanisme seleksi yang ketat melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Hal ini, kata dia, bertujuan memastikan calon direksi benar-benar memenuhi standar kompetensi dan mampu membawa BUMD itu berkembang.

“Silakan dilakukan fit and proper test, lakukan koreksi, dan pastikan yang direkrut adalah yang sangat profesional. Itu intinya,” jelasnya.

Lebih jauh, Ahmad Yani menekankan bahwa sesuai peraturan perundang-undangan, DPRD seharusnya dilibatkan dalam memberikan persetujuan terhadap calon direksi BUMD. Namun, praktik itu selama ini dianggap kurang penting oleh pihak manajemen.

“Seharusnya ada pendapat DPR. Kalau tidak disetujui, sebenarnya bisa ditolak. Tapi selama ini pendapat DPR dianggap kurang dibutuhkan, padahal aturan jelas mengamanatkan itu,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan agar proses seleksi bebas dari praktik nepotisme maupun keberpihakan politik. Menurutnya, kesempatan harus dibuka luas, baik untuk putra daerah, nasional, bahkan internasional jika diperlukan.

“Tidak boleh ada nepotisme. Siapapun yang mampu silakan, baik lokal maupun nasional. Bahkan kalau tidak ada orang Indonesia yang mumpuni, rekrut saja dari luar negeri. Karena ini bisnis migas, harus benar-benar dikelola profesional,” tegasnya lagi.

Ahmad Yani berharap, dengan seleksi yang bersih dan berbasis kompetensi, PT. KSDE dapat dikelola dengan baik sehingga mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kukar.

“Kalau BUMD ini dipimpin orang yang profesional, hasilnya akan maksimal. Ini bukan soal politik, tapi soal kepentingan daerah dan masyarakat luas,” pungkasnya.(adv)